Analisis Mendetail Perbedaan Shalat dan Do'a

Authors

  • Rasyd Ripai Ritonga Institut Agama Islam Alquran Al-Ittifaqiah Indralaya
  • Komarudin Sassi Institut Agama Islam Alquran Al-Ittifaqiah Indralaya

DOI:

https://doi.org/10.32502/jkps.v1i1.1291

Keywords:

Doa, Ibadah, Hukum Islam, Spiritualitas, Shalat

Abstract

Shalat dan doa merupakan dua bentuk ibadah yang memiliki posisi penting dalam Islam. Keduanya menjadi sarana utama seorang hamba dalam menjalin hubungan dengan Allah SWT. Meski keduanya memiliki esensi komunikasi spiritual antara manusia dan Tuhan, pemahaman terhadap definisi, fungsi, serta kedudukan hukum antara shalat dan doa memiliki perbedaan yang signifikan.Dalam praktik keseharian umat Islam, seringkali terjadi kerancuan antara makna shalat dan doa. Banyak yang menganggap bahwa keduanya adalah sinonim atau bahkan bentuk ibadah yang sama. Padahal, secara terminologis maupun syar’i, shalat dan doa memiliki karakteristik dan tuntunan yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk menggali perbedaan tersebut secara mendalam agar tidak terjadi kekeliruan dalam pengamalan ajaran agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan metode tafsir tematik (maudhu’i) untuk mengkaji ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan shalat dan doa. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menyelami pemahaman mendalam secara integratif terhadap satu tema dalam keseluruhan teks al-Qur’an. Metode tafsir tematik menjadi landasan penting dalam menjelaskan perbedaan teologis dan praktis antara dua bentuk ibadah ini, sebab mampu merangkum ayat-ayat yang tersebar di berbagai surah dan menganalisisnya dalam kerangka koherensi makna.Jenis penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) dengan pendekatan teologis-normatif, di mana teks-teks suci Islam dikaji sebagai sumber utama untuk memahami konsep ibadah dalam IslamHasilnya yakni Shalat dan doa merupakan dua bentuk penghambaan yang sangat penting dalam ajaran Islam. Keduanya memiliki fungsi spiritual yang mendalam dan menjadi sarana komunikasi utama seorang hamba kepada Tuhannya. Meskipun memiliki titik temu dalam aspek ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT, namun shalat dan doa berbeda dalam hal hukum, bentuk, waktu, dan tata cara pelaksanaannya. Shalat memiliki struktur yang baku, diwajibkan lima waktu sehari semalam, dan merupakan rukun Islam yang tidak boleh ditinggalkan. Doa, di sisi lain, bersifat lebih fleksibel, dapat dilakukan kapan saja dan dalam bentuk apa pun sesuai dengan kondisi dan kebutuhan seorang Muslim. Namun, keduanya sama-sama mengajarkan nilai ketundukan, keikhlasan, dan harapan kepada Allah SWT sebagai Rabb yang Maha Mendengar dan Maha Pengabul Doa. Dengan memahami perbedaan dan persamaan antara shalat dan doa, diharapkan umat Islam dapat lebih bijak dan konsisten dalam menjalankan ibadahnya. Tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban melalui shalat, tetapi juga memperkuat dimensi spiritual dengan memperbanyak doa dalam setiap aspek kehidupan.

References

Ahmad, N., & Saad, M. (2021). The Spiritual Psychology of Salah and Dua: A Comparative Theological Framework. International Journal of Islamic Studies, 29(2), 78

Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih al-Bukhari. Kairo: Dar al-Tauzi’, 1997.

Al-Ghazali. Ihya’ ‘Ulum al-Din. Beirut: Dar al-Fikr, 2000.

Al-Nawawi. Riyadhus Shalihin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2001.

Al-Sabuni, Muhammad Ali. Safwat al-Tafasir. Beirut: Dar al-Qur’an al-Karim, 1991.

Al-Shawkani, Muhammad. Tuhfah al-Dhakirin. Beirut: Dar al-Fikr, 2002.

Al-Suyuthi, Jalaluddin. Ad-Durr al-Mantsur fi Tafsir al-Ma’tsur. Kairo: Dar al-Fikr, 2003.

Al-Tahanawi. Kashshaf Istilahaat al-Funun. Beirut: Maktabah Lubnan, 2001.

Al-Zurqani. Sharh al-Muwatta’. Beirut: Dar Ihya’ al-Kutub al-‘Arabiyyah, 1999.

Arif, I. E., Nahar, S., & Sumanti, S. T. (2024). Pendidikan Ibadah dalam Perspektif Tafsir Al-Azhar (Telaah atas Surat Al-Ma’arij Ayat 19-35). Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 18(4). https://jurnal.stiq-amuntai.ac.id/index.php/al-qalam/article/view/3622/0

Ariyandi, M. H., & Al Farabi, H. (2023). Analisis Pemeliharaan Sholat dalam Surah Al-Ma'arij Ayat 34-35. Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah, 5(1). https://ejournal.warunayama.org/index.php/tashdiq/article/view/10201

Asy-Syahrastani. Al-Milal wa al-Nihal. Beirut: Dar al-Fikr, 1992.

Azzam, Muhammad. Rahasia dan Keutamaan Shalat. Jakarta: Gema Insani, 2012.

Cahyadi, R. (2024). Penafsiran Imam Al-Sya'rawi Terhadap Al-Qur'an (Studi Atas Ayat-Ayat Doa Para Nabi dalam Berdakwah). IIQ An Nur Yogyakarta. https://repository.nur.ac.id/id/eprint/598/

Firdaus, F., Hamzah, A., & Ni'mah, S. (2023). Doa dalam Al-Qur’an: Suatu Kajian Tafsir dengan Pendekatan Tematik. Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir, 8(1). https://doi.org/10.47435/al-mubarak.v8i1.2109

Hasib, M. (2022). Tafsir Audiovisual: Analisis Pemaknaan Ayat Shalat dalam Channel Youtube Quraish Shihab. UIN Walisongo Semarang. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/19531/

Herlina, H., & Syarifuddin, S. (2023). Nilai-nilai Pendidikan dalam Shalat: Kajian Tafsir dan Fikih. Instructional Development Journal, 6(2). https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/IDJ/article/view/21417

Hosen, Nadirsyah. Fiqh Nusantara: NU dan Pembaruan Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2007.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah. Al-Wabil al-Shayyib min al-Kalim al-Tayyib. Riyadh: Dar al-Salam, 1995.

Ibn Rajab al-Hanbali. Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam. Riyadh: Maktabah al-Rushd, 1997.

Jalaluddin Rakhmat. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004.

Khabib, M. (2023). Shalat dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Maqashidi. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/56497/

Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pedoman Ibadah dalam Situasi Darurat. Jakarta: MUI Press, 2020.

Muslim bin al-Hajjaj. Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya’ al-Turats, 1998.

Nasaruddin Umar. Psikologi Doa. Jakarta: Paramadina, 2003.

Nunggal, A. (2022). Interpretasi Ayat-Ayat Shalat sebagai Pembentuk Kepribadian: Kajian Tafsir Maudhu’i. UIN Sunan Gunung Djati Bandung. https://digilib.uinsgd.ac.id/55433/

Prayandra, Y. (2023). Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Fungsi Salat dalam Al-Qur'an. UIN Sunan Gunung Djati Bandung. https://digilib.uinsgd.ac.id/74814/

Rofiqoh, M. (2023). Salat Sahun dalam Al-Qur’an: Studi Komparatif Penafsiran Al-Qurthubi dan Sayyid Qutb atas Surah Al-Maun ayat 4-5. Jalsah: The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies, 2(1). https://doi.org/10.37252/jqs.v2i1.202

Romziana, L., & Febrianti, I. (2023). Penafsiran Esoterik (Batiniyah) Tentang Ayat Salat: Analisis Terhadap Tafsir Syafahi Adi Hidayat di Youtube. Tajdid: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 22(2), 539–565. https://doi.org/10.30631/tjd.v22i2.376

Shihab, Quraish. Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan, 1999.

Syihab, Quraish. Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhui atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan, 2001.

Yusuf al-Qaradawi. Fiqh al-Du’a. Kairo: Maktabah Wahbah, 2002.

Yusup, A. (2024). Doa Dalam Al-Qur'an (Studi Penafsiran Ayat-Ayat Doa Perspektif

Al-Qushayri).Institut Al Fithrah

Surabaya https://erepository.alfithrah.ac.id/id/eprint/81/

Downloads

Published

2025-11-03