Dinamika Kepemimpinan Transformasional dan Kualitas Pembelajaran di SD Muhammadiyah 36 Arisan Gading
Keywords:
Kepemimpinan, Transformasional, Pembelajaran, SD Muhammadiyah 36 Arisan GadingAbstract
Penelitian dilatarbelakangi tantangan implementasi kepemimpinan transformasional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar pedesaan dengan keterbatasan sumber daya. Rumusan masalah meliputi: faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika kepemimpinan transformasional, pelaksanaannya di SD Muhammadiyah 36 Arisan Gading, dan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan dinamika kepemimpinan transformasional, menganalisis hubungannya dengan kualitas pembelajaran, serta mengidentifikasi faktor-faktor pengaruhnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta analisis dokumen terkait kebijakan dan program sekolah. Analisis data dilakukan secara sistematis untuk menggali dinamika kepemimpinan transformasional kepala sekolah serta dampaknya terhadap kualitas pembelajaran Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan transformasional melalui adaptasi sosial, kreativitas dalam memanfaatkan fasilitas terbatas, kolaborasi internal, solusi praktis, dan evaluasi dinamis. Faktor-faktor ini berkontribusi pada peningkatan motivasi guru, inovasi pembelajaran, serta kualitas interaksi antara guru dan siswa. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan jumlah guru, beban kerja yang tinggi, dan minimnya fasilitas pembelajaran. Kendala ini memerlukan solusi strategis untuk memastikan keberlangsungan program pembelajaran yang efektif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika kepemimpinan transformasional memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran meskipun dalam kondisi keterbatasan. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap implementasi kebijakan, umpan balik dari guru dan siswa, serta analisis terhadap hasil pembelajaran. Untuk mengoptimalkan kualitas pembelajaran, disarankan adanya peningkatan pelatihan profesional bagi guru, penguatan kolaborasi antara sekolah dan masyarakat, serta dukungan kebijakan yang lebih responsif terhadap tantangan di lapangan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Isnania Hafizo, Suroso PR, Haryadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
