Karakter Spasial dan Arahan Awal Penataan Kawasan Pecinan Manado Berbasis Urban Heritage

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.32502/arsir.v10i2.1990

Kata Kunci:

urban heritage, wisata budaya, kawasan pecinan, urban design, permukiman heritage

Abstrak

Kawasan Pecinan Manado memiliki karakter urban heritage yang dibentuk oleh koridor perdagangan, bangunan ruko, kelenteng, dan aktivitas budaya yang masih berlangsung. Perubahan fasad, keterbatasan ruang terbuka, konflik parkir, dan kualitas jalur pedestrian yang belum memadai berpotensi melemahkan keterbacaan karakter kawasan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter spasial dan persoalan fisik utama serta merumuskan arahan awal penataan berbasis urban heritage. Hasil menunjukkan struktur kawasan yang padat, dengan massa terbangun (solid) mencakup sekitar 87% area kajian, pola fungsi campuran (mixed-use) yang linear, Jalan D.I. Panjaitan sebagai path utama, dan kelenteng sebagai landmark utama. Persoalan utama meliputi keterbatasan ruang terbuka, hambatan pada jalur pedestrian, parkir on-street, dan perubahan visual fasad. Arahan awal mencakup penguatan kontinuitas koridor heritage, peningkatan kualitas dasar pedestrian, pengelolaan parkir dan ruang residual, serta pengendalian karakter visual bangunan. Temuan ini merupakan masukan awal bagi penataan fisik dan tidak dimaksudkan sebagai rencana implementasi final.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-22

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Karakter Spasial dan Arahan Awal Penataan Kawasan Pecinan Manado Berbasis Urban Heritage. (2026). Arsir: Jurnal Arsitektur, 10(2), 234-250. https://doi.org/10.32502/arsir.v10i2.1990