Transformasi Limbah Daun Nanas Menjadi Pupuk Organik Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Desa Tanjung Baru Petai

Authors

  • Maria Lusia Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Erni Hawayanti Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Rizky Kurniawan Saputra Universitas Muhammadiyah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.32502/suluhabdi.v8i1.2030

Keywords:

transformasi, pemberdayaan masyarakat, limbah daun nanas, pengolahan limbah, desa tanjung baru petai

Abstract

Desa Tanjung Baru Petai terletak di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, dan merupakan salah satu daerah penghasil nanas yang menghasilkan limbah daun nanas dalam jumlah cukup besar. Luas lahan perkebunan nanas secara keseluruhan di wilayah Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI), tercatat mencapai ±786 ha. Selama ini limbah daun nanas belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya hanya dibuang atau dibakar sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah daun nanas menjadi pupuk organik padat yang bernilai guna dan ramah lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi, penyuluhan, pelatihan praktik, dan pendampingan kepada masyarakat. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, proses pembuatan pupuk organik padat, hingga evaluasi hasil kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memahami proses pengolahan limbah daun nanas menjadi pupuk organik padat melalui proses pencacahan, fermentasi, dan pengomposan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan serta pemanfaatan pupuk organik untuk mendukung pertanian ramah lingkungan. Selain itu, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan mulai menerapkan penggunaan pupuk organik pada lahan pertanian mereka. Program pengabdian ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengurangi limbah pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal dan berkelanjutan.

References

Alhaviz, A., Pratiwi, E. E., Sumbari, A. I., Lestari, S. U., Ibrahim, R., & Ihsan, F. (2025). Pemberdayaan kelompok tani Senyerang melalui pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari limbah nanas. JDISTIRA: Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat, 5(1), 212–216. https://doi.org/10.58794/jdt.v5i1.1358

Asnur, P., Kurniasih, R., Arti, I. M., Ramdan, E. P., & Yulianti, F. (2023). Pemanfaatan nasi basi dan kulit buah nanas menjadi pupuk organik cair (POC). Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei, 3(1). https://doi.org/10.36985/rg792q68

Argeshwara, D. K., Rosyidin, Z. U., Wibawa, A. P., Handayani, A. N., & Hadi, M. S. (2023). Pemodelan sistem deteksi kadar unsur hara tanah berdasarkan nilai NPK menggunakan metode fuzzy Mamdani. Jurnal Sains dan Informatika, 9(1), 77–88. https://doi.org/10.34128/jsi.v9i1.523

Darma, S., Ramayana, S., Sadaruddin, S., & Supriyanto, B. (2020). Investigasi kandungan C organik, N, P, K, dan C/N ratio daun tanaman buah untuk bahan pupuk organik. Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab, 3(1), 12–18.

Maula, S., Siswanto, S., Aditya, H. F., Yusnaini, S., & Ramadhani, W. S. (2024). Pemanfaatan kompos dalam peningkatan bahan organik tanah pada perkebunan nanas PT Great Giant Food. Jurnal Agrotek Tropika, 12(1), 154–161. https://doi.org/10.23960/jat.v12i1.7948

Purba, M. I., Jamaluddin, J., Sari, I. R., & Lubis, N. W. (2023). Pengenalan pengolahan limbah organik menjadi kompos untuk menjaga kelestarian lingkungan. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2).

Rosita, H., & Regar, A. (2022). Pemanfaatan limbah kulit nanas dan eceng gondok sebagai pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.). Berkala Ilmiah Pertanian, 5(2), 110–119. https://doi.org/10.19184/bip.v5i2.29055

Santosa, R. (2011). Transformasi sosial di pedesaan: Studi fenomenologis proses pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Kependidikan, 41(1).

Sari, P. P., Maya, R. R., & Feronyca. (2025). Potensi limbah kulit nanas sebagai pupuk organik cair. Prosiding Seminar Nasional Biologi, 5(1), 499–507. https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol5/1137

Sembiring, M. P., Heltina, D., Azhari, A., Zelfira, A., & Tarigan, M. P. E. (2024). Pembuatan pupuk organik cair dari limbah kulit nanas dengan proses fermentasi. Jurnal Kimia Saintek dan Pendidikan, 9(2), 90–99. https://doi.org/10.51544/kimia.v9i2.5574

Tuhuteru, S., Rumbiak, R. E. Y., Huby, R. T., & Wanimbo, A. (2021). Pelatihan pengolahan limbah kulit buah nanas menjadi pupuk organik cair di Distrik Bokondini. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 2(2), 45–52. https://doi.org/10.35870/jpni.v2i2.35

Downloads

Published

2026-06-14

How to Cite

Lusia, M., Hawayanti, E., & Saputra, R. K. (2026). Transformasi Limbah Daun Nanas Menjadi Pupuk Organik Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Desa Tanjung Baru Petai. Suluh Abdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 74–80. https://doi.org/10.32502/suluhabdi.v8i1.2030

Issue

Section

Articles