Dampak Kapasitansi Terhadap Sebaran Tegangan Isolator Rantai Transmisi Tegangan Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.32502/jse.v10i2.1221Keywords:
Distribusi Tegangan, Isolator Rantai, KapasitansiAbstract
Pada sistem transmisi tenaga listrik, isolator berfungsi sebagai pemisah antara konduktor bertegangan tinggi dengan bagian menara yang terhubung ke tanah. Salah satu jenis isolator yang umum digunakan adalah isolator tipe pin, yang memiliki kemampuan kerja hingga mencapai 80 kV. Namun, pada jaringan transmisi dengan tegangan di atas 50 kV, isolator tipe rantai lebih sering digunakan karena mampu menahan tegangan yang lebih besar serta memberikan jarak isolasi yang lebih fleksibel dan aman. Secara konstruktif, isolator tersusun dari bahan porselin yang memiliki sifat isolatif tinggi, dengan elektroda-elektroda logam yang diapit di kedua ujungnya. Dari sudut pandang elektrik, isolator dapat dimodelkan sebagai rangkaian beberapa elemen kapasitif. Nilai kapasitansi pada setiap elemen dapat meningkat apabila permukaan isolator tertutup oleh lapisan penghantar akibat kelembapan udara, polusi, debu, atau kotoran lainnya. Akibatnya, distribusi tegangan pada rantai isolator menjadi tidak merata. Elemen isolator yang berdekatan dengan konduktor mengalami tegangan tertinggi karena berinteraksi langsung dengan potensial saluran, sedangkan elemen yang lebih dekat dengan menara mengalami penurunan tegangan secara bertahap. Penelitian ini bertujuan membandingkan tegangan yang diterima isolator ketika pengaruh kapasitansi diabaikan dengan kondisi ketika kapasitansi antarkeping isolator dan kapasitansi shunt ke tanah turut diperhitungkan. Dari hasil analisis, diperoleh bahwa tanpa adanya pengaruh kapasitansi, setiap isolator mengalami tegangan yang sama, yaitu 86,6 kV. Namun, ketika kapasitansi dimasukkan ke dalam perhitungan, distribusi tegangannya menjadi tidak merata dan menunjukkan variasi, dengan nilai terendah hingga tertinggi terjadi pada isolator yang berada paling dekat dengan kawat fasa. Pemahaman terhadap distribusi tegangan ini sangat penting untuk merancang sistem isolasi yang efisien dan menjamin keandalan operasi jaringan transmisi tegangan tinggi.
References
Karunaratne. S. (2017). A New Approach to the Study of Voltage Distribution along a Suspension Insulator String. ENGINEER - Vol. L, No. 02, Institution of Engineers, Sri Lanka.
P.S.R. Murthy. (2007). Power System analysis. BS Publications,Hyderabad, India.
Riza Aryanto. (2021). Studi Distribusi Tegangan Dan Arus Bocor Pada Isolator Rantai Dengan Pembasahan. Teknik Elektro, Universitas Brawijaya, Malang
R. Ebrahimi. (2015). Analysis of Pollution Impact on Potential Distribution of Suspension Type Discs Insulators in Overhead Lines. Australian Journal of Basic and Applied Sciences.
Stevenson, W. D. Jr. (1982). Elements of Power System Analysis. 4th editions. McGraw-Hill International Book Co. New York.
Simanta Kumar Samal. (2015). Measurement Of Voltage Distribution On High Voltage Suspension Insulator String Under Polluted Condition. Master thesis, Electrical Engineering, National Institute of Technology Rourkela, India.
Turan Gönen. (2014). Electrical Power Transmission System Engineering Analysis and Design. Third Edition, CRC Press, New York.
Vanisa Gustiana. (2020). Analisa Perhitungan Distribusi Tegangan Dan Arus Bocor Pada Isolator Rantai. Teknik Elektro, Universitas Tanjungpura, Pontianak.
Xi-Fan Wang, Yonghua Song, Malcolm Irving. (2008). Modern Power Systems Analysis. Springer Science, New York
Yoshihide Hase. (2007). Handbook of Power System Engineering. John Wiley & Sons Ltd, Chichester, England.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ali Nurdin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








