Strategi Pengolahan Pupuk Organik Cair untuk Memperbaiki pH Tanah dan Kesuburan Tanah Pertanian di Desa Sejangko II Ogan Ilir
Kata Kunci:
Organic Waste, Liquid Organic Fertilizer, Sejangko II VillageAbstrak
Sampah organik merupakan sampah yang mengandung kadar air tinggi dan cepat terurai. Peunumpukan sampah organik dapat mencemari lingkungan dan menjadi wabah penyakit. Masyarakat Desa Sejangko II dihadapkan tantangan dalam pengelolaan sampah organik, terutama karena kurangnya pengetahuan mengenai teknik pengelolaan yang efektif. Dalam rangka mengatasi masalah ini, program pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan memberdayakan masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari sampah organik. Subjek kegiatan ini adalah masyarakat dan petani Desa Sejangko II, yang dipilih berdasarkan kebutuhan akan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan sampah organik. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan praktis, dan demonstrasi langsung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Sejangko II sangat antusias untuk pembuatan pupuk organik cair ini karena harga pupuk kimia terus naik dan sulit didapat serta dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat mampu mengelola sampah organik menjadi pupuk yang dapat diaplikasikan pada lahan pertanian mereka, yang berpotensi memperbaiki kualitas pH tanah dan mengurangi pencemaran lingkungan. Kegiatan ini juga berpotensi mengurangi ketergantungan masyarakat pada pupuk kimia dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
Referensi
Arsanti, V., & Sekarsih, F. N. (2022). Butik sampah mini-workshop untuk mengurangi limbah pakaian menjadi kerajinan tas. Servirisma, 2(2), 85–95. https://doi.org/10.21460/servirisma.2022.22.20
Hamsiah, & Nuradji, S. (2023). Edukasi pemilahan sampah berbasis masyarakat sebagai media reduce sampah ke tpa di kelurahan talise. Jurnal Kolaboratif Sains, 6(4), 371–379. https://doi.org/10.56338/jks.v6i4.3473
Direktorat Sarana Produksi, 2006, Pupuk Terdaftar, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Departemen Pertanian, Jakarta.
Handayani, D. N., & Agussalim, A. (2023). Analisis tingkat partisipasi masyarakat terhadap implementasi kebijakan pengelolaan sampah di kota gorontalo. KOMUNITAS, 14(1), 60–70. https://doi.org/10.20414/komunitas.v14i1.6145
Hardika, A. L., Putra, I. G. S., & Nababan, D. (2021). Membangun unit usaha pengelolaan sampah badan usaha milik desa di desa sukaresik kabupaten pangandaran. Jurnal Inovasi Masyarakat, 1(3), 260–271. https://doi.org/10.33197/jim.vol1.iss3.2021.852
Julianti, D., Firdaus, W., Oktavia Ningtias, R., Veronica, L., & Indah Komala, R. (2024). Membangun kesadaran lingkungan masyarakat melalui edukasi pengelolaan sampah di desa cimeuhmal kecamatan tanjungsiang subang. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 3(11), 4559– 4565. https://doi.org/10.59141/comserva.v3i11.1263
Muhidin, M. A., Permana, L., & Agustini, R. T. (2022). Kelapa “kelompok pengangkut sampah”: Pemberdayaan masyarakat (Ikatan pemuda aktif mandiri) sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang sehat. I-Com: Indonesian Community Journal, 2(3), 485–494. https://doi.org/10.33379/icom.v2i3.1559
Nur, T., Noor, A. R., & Elma, M. (2016). Pembuatan pupuk organik cair dari sampah organik rumah tangga dengan bioaktivator em4 (Effective microorganisms). Konversi, 5(2), 44–51. https://doi.org/10.20527/k.v5i2.4766
Pujiyanto, R. (2024). Pengelolaan sampah dalam rangka menyejahterakan masyarakat di kelurahan blotongan kota salatiga. Edusight Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1). https://doi.org/10.69726/edujpm.v1i1.4
Purnomo, S. D., Winarto, H., & Kencana, H. (2022). Pengelolaan sampah berbasis jiwa gotong royong. WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 90–93. https://doi.org/10.56681/wikuacitya.v1i1.22
Santi, R. P., Dewi, A. I. N., Zuhdiyanti, A., Rosyda, A. L., Salsabila, A., Siwi, K. I. R., Nurrahman, M., Sari, N. R., Putantri, R. N., Ngafiyah, R., Rahayu, S. A. K., Fitrianingrum, S., Amaningrum,
T. K., Mukhit, M. A., Amri, S. U., & Salimi, M. (2023). Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan bank sampah di desa jatimalang kecamatan klirong kabupaten kebumen. Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series, 6(1), 366–375. https://doi.org/10.20961/shes.v6i1.71139
Tantalu, L., Supartini, N., Indawan, E., & Ahmadi, K. (2022). Pemanfaatan maggot untuk pengolahan sampah organik di kecamatan kedungkandang, kota malang. JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia), 7(2), 171–178. https://doi.org/10.33366/japi.v7i2.3705
Siboro, E., Surya, E., USU, N. H.-J. T. K., & 2013, undefined. (2013). Pembuatan pupuk cair dan biogas dari campuran limbah sayuran. Talenta.Usu.Ac.Id, 2(3).
https://talenta.usu.ac.id/jtk/article/view/1 448
Wijayanti, N. D., Herniwanti, H., & Sandi, Y. P. (2024). Pelatihan pembuatan pupuk cair organik dan kompos dari limbah sampah rumah tangga. Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat), 7(1), 92–102. https://doi.org/10.30998/jurnalpkm.v7i1.21913
Zahra, A., Herdiansyah, H., & Utomo, S. W. (2023). Model pengelolaan sampah organik dengan biokonversi larva black soldier fly berbasis pemberdayaan masyarakat. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(1), 94–105. https://doi.org/10.14710/jil.21.1.94
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Nizar

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.