Capacity Building in Flood Contingency Plan Development and Village Disaster Risk Assessment for “Destana” and BPBD of Muara Enim Regency

Authors

  • Jun Harbi Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palembang, Palembang, Indonesia
  • Hasbi Rizal Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Muara Enim, Indonesia
  • Martin Nardi Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palembang, Palembang, Indonesia
  • Agus Fahrurrozi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Muara Enim, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32502/altifani.v6i2.2055

Keywords:

BPBD Muara Enim, Destana, disaster risk assessment, flood contingency plan

Abstract

Flooding is a dominant disaster threat in Muara Enim Regency, South Sumatra, particularly in villages along the Enim and Lematang Rivers, while most villages still lack adequate flood contingency plans. This community service activity aimed to build participants’ capacity (knowledge and understanding) of developing village flood contingency plans and conducting village disaster risk assessments. The activity was held on 9–10 July 2026 in Muara Enim, involving 100 participants in two sessions: 50 members of the Disaster-Resilient Village (Destana) and 50 staff of the Regional Disaster Management Agency (BPBD). The methods comprised a pre-test, material presentation, interactive discussion and drafting practice, and a post-test; pre- and post-test data were analyzed using a paired sample t-test and Normalized Gain (N-Gain). The results showed that the combined mean score increased from 53.50 to 83.30 (a 55.7% improvement; N-Gain 0.64, moderate category) with a significant difference (p < 0.001). The activity contributed to improving participants’ knowledge; as it employed a single-group design without a comparison group, the results represent post-activity score changes and should be confirmed through continued mentoring and drills.

References

Afrian, R., & Islami, Z. R. (2019). Peningkatan potensi mitigasi bencana dengan penguatan kemampuan literasi kebencanaan pada masyarakat Kota Langsa. Jurnal Pendidikan Geografi, 24(2), 132–144. https://doi.org/10.17977/um017v24i22019p132

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Peraturan Kepala BNPB Nomor 2 Tahun 2023 tentang Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana. Jakarta: BNPB.

Ermanto, Y., Martono, D. N., & Mizuno, K. (2025). Peningkatan efektivitas manajemen darurat longsor dengan pendekatan partisipatif masyarakat. Jurnal Teknik, Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK, 6, 1–15.

Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809

Magdalena, I., Annisa, M. N., Ragin, G., & Ishaq, A. R. (2021). Analisis penggunaan teknik pre-test dan post-test pada mata pelajaran matematika dalam keberhasilan evaluasi pembelajaran di SDN Bojong 04. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 3(2), 150–165.

Marinda, R. D., & Muttaqin, H. (2025). Efektivitas sosialisasi mitigasi bencana dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Kota Surabaya. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(5), 322–331.

Mohamad, N. H., Pomalango, Z. B., & Yusuf, N. A. R. (2025). Pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan kesiapsiagaan bencana tanah longsor pada masyarakat di Desa Tulabolo Kecamatan Suwawa Timur. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(7), 4571–4579. https://doi.org/10.56338/jks.v8i7.8257

Pangestu, S. D., & Fedryansyah, M. (2023). Implementasi mitigasi bencana alam berbasis masyarakat melalui Kampung Siaga Bencana di Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 6(1), 192–201. https://doi.org/10.24198/focus.v6i1.47267

Pradika, M. I., Giyarsih, S. R., & Hartono, H. (2018). Peran pemuda dalam pengurangan risiko bencana dan implikasinya terhadap ketahanan wilayah Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Jurnal Ketahanan Nasional, 24(2), 261–280. https://doi.org/10.22146/jkn.35311

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Jakarta: Sekretariat Negara.

Republik Indonesia. (2008). Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Jakarta: Sekretariat Negara.

Rochmana, Y. Z., Antoro, M. A. D., Salni, M. A. S., & Azizah, S. G. N. (2026). Sosialisasi zona kerawanan longsor sebagai upaya peningkatan kesadaran mitigasi bencana pada remaja di Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 6(4), 1786–1797. https://doi.org/10.59395/altifani.v6i4.1266

Suleman, I. (2024). Optimalisasi program sekolah siaga bencana: Upaya perlindungan komprehensif terhadap ancaman bencana tanah longsor di Sekolah Dasar 47 Dumbo Raya. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi: Pharmacare Society, 3(2), 29–38. https://doi.org/10.37905/phar.soc.v3i2.25825

Sullivan, G. M., & Artino, A. R. (2014). Analyzing and interpreting data from Likert-type scales. Journal of Graduate Medical Education, 5(4), 541–542. https://doi.org/10.4300/jgme-5-4-18

Published

14-08-2026

How to Cite

Harbi, J., Rizal, H., Nardi, M., & Fahrurrozi, A. (2026). Capacity Building in Flood Contingency Plan Development and Village Disaster Risk Assessment for “Destana” and BPBD of Muara Enim Regency. Altifani Journal: International Journal of Community Engagement, 6(2), 184–193. https://doi.org/10.32502/altifani.v6i2.2055