Konsep Perancangan Adaptif pada GOR Saparua Bandung: Dialog antara Preservasi Nilai Sejarah, Kebutuhan Moderen dan Fungsional

Penulis

  • Christianto Cornelius Raja Manda Universitas Katolik Parahyangan
  • Rahadhian Prajudi Herwindo Universitas Katolik Parahyangan Bandung

Kata Kunci:

adaptasi fungsional, arsitektur jengki, GOR saparua, perancangan adaptif, preservasi

Abstrak

GOR Saparua di Bandung, sebagai cagar budaya tipe C bergaya arsitektur jengki, menghadapi tantangan antara preservasi nilai sejarah dan kebutuhan fungsional moderen. Bangunan ini memiliki nilai historis dan arsitektural yang tinggi, terutama pada fasad kayunya, namun tata ruang dan fasilitasnya sudah tidak memenuhi standar kontemporer. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep perancangan adaptif yang menjembatani kedua aspek tersebut melalui pendekatan kualitatif dan studi kasus. Hasilnya adalah konsep "dialog" antara elemen lama dan baru, meliputi restorasi fasad kayu dan batu alam, reorganisasi ruang internal yang fleksibel, serta penambahan elemen moderen yang ringan dan tidak mendominasi karakter asli. Strategi ini memungkinkan adaptasi fungsional secara harmonis, menjadikan GOR Saparua tidak sekadar monumen sejarah, tetapi juga ruang olahraga yang relevan di era moderen. Penelitian ini menekankan pentingnya keseimbangan antara pelestarian nilai budaya dan pemenuhan kebutuhan praktis, dengan dokumentasi terbatas sebagai tantangan utama. Konsep yang diusulkan dapat menjadi acuan bagi revitalisasi bangunan cagar budaya serupa.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-07

Cara Mengutip

Manda, C. C. R., & Herwindo, R. P. (2026). Konsep Perancangan Adaptif pada GOR Saparua Bandung: Dialog antara Preservasi Nilai Sejarah, Kebutuhan Moderen dan Fungsional. Arsir: Jurnal Arsitektur, 10(AIP), 152–165. Diambil dari https://ojs.um-palembang.ac.id/index.php/arsir/article/view/882