Penerapan Prinsip Dekonstruktivis pada Desain Mal:

Studi kasus Desain Konseptual Living Word Palembang

Penulis

  • Ahmad Fajri Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Meldo Andi jaya Universitas Muhammadiyah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.32502/tekstureka.v4i2.2423

Kata Kunci:

arsitektur dekonstruksi, bangunan komersial, fasad, mal

Abstrak

Pertumbuhan pesat pusat perbelanjaan di Palembang, menuntut setiap mal memiliki daya tarik visual dan konsep desain yang khas agar mampu bersaing dan menarik pengunjung. Salah satu pendekatan desain yang dapat memberikan citra unik adalah arsitektur dekonstruksi, yang menekankan fragmentasi, ketidakteraturan, dan ketegangan visual sebagai bahasa ekspresi bentuk. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengevaluasi penerapan prinsip-prinsip arsitektur dekonstruksi pada desain konseptual Living World Mall Palembang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tahapan penentuan kriteria dekonstruksi, analisis transformasi bentuk, material, dan orientasi bangunan, serta pencocokan kesesuaian antara kriteria dan desain. Lima kriteria dekonstruksi yang digunakan meliputi ketidakstabilan (instability), ketidakteraturan (disorder), ketidakharmonisan (disharmony), kontras (contrast), dan konflik (conflict). Hasil analisis menunjukkan bahwa kelima prinsip tersebut teridentifikasi secara jelas pada desain bangunan, ditunjukkan melalui massa kantilever, bidang miring, komposisi tidak simetris, perbedaan orientasi massa, kontras material dan skala, serta benturan geometri antarelemen. Penerapan prinsip dekonstruksi pada Living World Mall Palembang menghasilkan bentuk bangunan yang tidak biasa dan unik sehingga berpotensi menjadi daya tarik visual sekaligus landmark baru.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-18