Hubungan Perilaku 3M Plus Ibu Rumah Tangga Terhadap Keberadaan Larva Aedes sp.

Authors

Keywords:

Aedes aegypti, Demam Berdarah Dengue, Perilaku

Abstract

Demam Berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti. 3M Plus merupakan langkah yang dilakukan dalam pencegahan DBD. 3M Plus juga dapat mengurangi keberadaan larva. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku 3M Plus pada ibu rumah tangga terhadap keberadaan larva Aedes sp. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain cross sectional dengan menggunakan data primer dari responden penelitian yang diperoleh melalui wawancara dengan instrumen kuesioner. Pada penelitian ini terdapat 40 sampel yang telah memenuhi kriteria insklusi dan ekslusi. Sampel penelitian ini diambil dengan metode simple random sampling. Hasil penelitian didapat perilaku 3M Plus paling banyak perilaku cukup sebanyak 35 responden (87,5%) dan keberadaan larva sama antara terdapat larva dan tidak terdapat larva (50%). Hasil uji statistik menggunakan uji alternatif Penggabungan sel didapatkan tidak ada hubungan yang bermakna perilaku 3M Plus terhadap keberadaan larva dengan p value < 0,05 (p=1.00). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara perilaku 3M Plus terhadap Keberadaan Larva Aedes sp.

References

1. Ferreira-de-Lima VH, Lima-Camara TN. Natural vertical transmission of dengue virus in Aedes aegypti and Aedes albopictus: a systematic review. Parasit Vectors. 2018;11(1):1-8.

2. World Health Organization. Geographical expansion of cases of dengue and chikungunya beyond the historical areas of transmission in the Region of the Americas. Geneva: World Health Organization; 2023.

3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Upaya pencegahan DBD dengan 3M Plus. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2019.

4. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan. Jumlah kasus DBD kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan. Palembang: Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan; 2020.

5. Dinas Kesehatan Kota Palembang. Profil kesehatan Kota Palembang tahun 2021. Palembang: Dinas Kesehatan Kota Palembang; 2021.

6. Soeroso. Perkembangan DBD: epidemiologi dan pemberantasannya di Indonesia. Jakarta; 2020.

7. Wawan. Teori dan pengukuran pengetahuan, sikap, dan perilaku manusia. Yogyakarta: Nuha Medika; 2020. p. 245.

8. Lutfi. Hubungan peran kader Jumantik terhadap perilaku masyarakat tentang pemberantasan sarang nyamuk. Jakarta: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat; 2020.

9. Budiman, Riyanto. Kuesioner pengetahuan dan sikap dalam penelitian kesehatan. 2023;8(1):8.

10. Fatimah. Perbedaan faktor-faktor risiko yang mempengaruhi keberadaan jentik vektor Aedes aegypti di Puskesmas Buntapan. Makassar: Universitas Hasanuddin; 2021.

11. Liza A, Imran, Mudatsir. Hubungan tingkat pengetahuan, pendidikan dan sikap dengan partisipasi ibu rumah tangga dalam pencegahan wabah DBD di Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh. J Kedokt Syiah Kuala. 2015;15(3):135-41.

12. Bestari R, Siahaan. Hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku mahasiswa tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN) demam berdarah dengue (DBD) terhadap keberadaan jentik Aedes aegypti. Padang: Universitas Andalas; 2018.

13. Sari AN, Indrawati, Aini LN. Hubungan perilaku pencegahan terhadap kejadian demam berdarah dengue. Pengemb Ilmu Prakt Kesehat. 2023;2(5):304-14.

14. Astiti CA, et al. Gambaran perilaku pencegahan demam berdarah dengue di masyarakat. Ahmad Dahlan Med J. 2023.

15. Wati. Perbedaan faktor-faktor risiko yang mempengaruhi keberadaan jentik vektor dengue antara desa endemis dan sporadis Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul. Makassar: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin; 2020;13(3):16-8.

16. Prameswarie T, Ramayanti I, Zalmih G. Pengetahuan, sikap dan perilaku ibu rumah tangga dalam pencegahan penyakit demam berdarah dengue. J Ilm Kesehat (JIKA). 2022;4(1):56-66. doi:10.36590/jika.v4i1.222.

17. Siregar S, Mulyani S, Rizky VA, Akmal D, Sutriyawan A. Pengaruh keberadaan jentik dan perilaku 3M Plus terhadap kejadian demam berdarah dengue. J Kesehat Komunitas. 2023;9(3):456-63. doi:10.25311/keskom.Vol9.Iss3.1392.

18. Azlina A, Adrial, Anas E. Hubungan tindakan pemberantasan sarang nyamuk dengan keberadaan larva vektor DBD di Kelurahan Lubuk Buaya. J Kesehat Andalas. 2016;5(1).

19. Faradillah. Pelaksanaan 3M Plus terhadap keberadaan larva Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Ciputat Kota Tangerang Selatan. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah; 2014.

20. Sutriyawan A, Suherdin, Wirawati K. Kejadian demam berdarah dengue dan hubungannya dengan perilaku 3M Plus: studi kasus kontrol. Promotif J Kesehat Masy. 2021;11(2):172-80.

21. Hardiyanti W. Analisis perilaku masyarakat terhadap angka bebas jentik dan demam berdarah dengue di Kecamatan Pekanbaru Kota, Riau. J Ilmu Lingkung. 2021;2(2):138-47.

22. Putri RA, Dewanto H, Sari NP. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam pencegahan penyakit DBD dengan 3M Plus di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya. J Kesehat Komunitas. 2021;7(2):157-63. doi:10.25311/keskom.Vol7.Iss2.701.

23. Nahdah. Hubungan perilaku 3M Plus dengan densitas larva Aedes aegypti di Kelurahan Birobuli Selatan Kota Palu Sulawesi Tengah. Media Kesehat Masy Indones. 2013;9(3):162-7.

24. Aulia HR, Chairil A, Ahmad G. Hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku petugas kebersihan dengan jumlah larva nyamuk pada tempat penampungan air di Wisma Atlet Jakabaring Kota Palembang. 2018;8(1):1-8.

25. Handayani T, Mursid R, Tri J. Pengaruh indeks entomologi dan sebaran kasus demam berdarah dengue di Kabupaten Sukoharjo. J Kesehat Lingkung Indones. 2023;22(1):46-54. doi:10.14710/jkli.22.1.46-54.

26. Onasis A, Razak A, Barlian E, Dewata I, Sugriarta E, Lindawati, et al. Pengendalian nyamuk Aedes sp oleh keluarga terhadap risiko keruangan. J Kesehat Lingkung Indones. 2023;22(3):237-44. doi:10.14710/jkli.22.3.237-44.

27. Ramayanti I, Prameswarie T, Saraswati N, Erlyn P, Hoiri MR, Silvana R. Empowering Mothers Through Booklet-Based Health Education to Prevent Helminth Diseases in Children Aged 5–14 Years. Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat. 2026;8(1):70-88.

28. Alezender S, Suhadirman, Salasiah. Understanding Community Participation in Rural Development: Social and Cultural Perspectives. Jurnal Sosial Indonesia. 2026;1(2):21-37.

Downloads

Published

2026-10-13

How to Cite

Hubungan Perilaku 3M Plus Ibu Rumah Tangga Terhadap Keberadaan Larva Aedes sp. (2026). Journal of Family Medicine and Community Health (JFCH), 1(1), 12-18. https://ojs.um-palembang.ac.id/jfch/article/view/2833