Pengaruh Tatalaksana Community Oriented Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Prolanis Diabetes Melitus Di Klinik Dokter Keluarga FK UM Palembang
Keywords:
Community Oriented, Diabetes Melitus, Glukosa Darah Puasa, ProlanisAbstract
Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat secara global maupun nasional. Program prolanis menjadi upaya pemerintah dalam pengendalian penyakit kronis melalui pendekatan promotif, preventif, dan kuratif. Salah satu metode yang berkembang adalah community oriented, yaitu tatalaksana berbasis komunitas yang mengintegrasikan edukasi, aktivitas fisik, dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan dan pengendalian penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tatalaksana community oriented terhadap kadar glukosa darah pasien prolanis DM tipe 2 di Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi-eksperimental dengan metode pretest-posttest tanpa kelompok kontrol, melibatkan 30 sampel pasien prolanis DM tipe 2 yang dipilih secara total sampling di Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Analisis data dilakukan menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia ≥45 tahun (73,3%), berjenis kelamin perempuan (63,3%), berpendidikan perguruan tinggi (73,3%), dan lama menderita DM 1–3 tahun (60%). Rerata kadar glukosa darah puasa sebelum intervensi adalah 133,87 mg/dL, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 119,47 mg/dL. Uji paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kadar glukosa sebelum dan sesudah intervensi (p = 0.000). Tatalaksana community oriented berpengaruh signifikan dalam menurunkan kadar glukosa darah pasien prolanis DM tipe 2 di Klinik Dokter Keluarga FK UM Palembang, sehingga pendekatan ini dapat menjadi strategi efektif dalam pengelolaan DM berbasis komunitas.
References
1. International Diabetes Federation. IDF diabetes atlas. 11th ed. Brussels: International Diabetes Federation; 2025.
2. Kementerian Kesehatan RI. Laporan nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2019.
3. Kementerian Kesehatan RI. Laporan tematik: survei kesehatan Indonesia tahun 2023: potret Indonesia sehat. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2024.
4. BPS Sumsel. Jumlah kasus penyakit menurut jenis penyakit (kasus), 2021-2023. Palembang: BPS Sumsel; 2024.
5. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia 2021. Jakarta: PB PERKENI; 2021.
6. Lukito M, Gani A. Implementation of primary health care system in countries. Indones J Health Adm. 2024;12(2):315-24.
7. BPJS Kesehatan. Panduan praktis PROLANIS (program pengelolaan penyakit kronis). Jakarta: BPJS Kesehatan; 2019.
8. Green LW, Gielen AC, Ottoson JM, Peterson DV, Kreuter MW. Health program planning, implementation, and evaluation. Baltimore: Johns Hopkins University Press; 2022.
9. Damayanti S. Diabetes mellitus dan penatalaksanaan keperawatan. Yogyakarta: Nuha Medika; 2015.
10. Rosadi HHLD, Agustina E, Ikrima Medyna A. Hubungan jenis kelamin dan tingkat pendidikan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1. Pros Semin Nas Lingkung Lahan Basah. 2024;9(3):427-78.
11. Ulum Z, Kusnanto K, Widyawati. Kepatuhan medikasi penderita diabetes mellitus tipe 2 berdasarkan teori Health Belief Model (HBM) di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo Surabaya. Crit Med Surg Nurs J. 2019;4(1):1-11.
12. Nada IN, Triwahyuni T, Nusri TM, Kriswiastiny R. Hubungan lama menderita diabetes melitus tipe 2 dan kadar gula darah dengan indeks massa tubuh (IMT) pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung. MAHESA Malahayati Health Student J. 2022;2(4):674-84.
13. Ira S. Efektivitas program pengelolaan penyakit kronis terhadap pengendalian diabetes melitus di Klinik Arditho Medika Bandar Lampung tahun 2020 [dissertation]. [Bandar Lampung]: Universitas Mitra Indonesia; 2021.
14. Andoko, Isnainy UC, Irianto MY. Hubungan tingkat kepatuhan mengikuti program PROLANIS terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di UPT Puskesmas Biha Kabupaten Pesisir Barat. Manuju Malahayati Nurs J. 2020;2(3):505-14.
15. Fadilah L, Handayani LT, Dewi SR. Hubungan keaktifan lansia dalam kegiatan Prolanis dengan stabilitas kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Sumbersari Jember. Repos Unmuh Jember. 2019;27.
16. Saibi Y, Romadhon R, Nasir NM. Kepatuhan terhadap pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Jakarta Timur. J Farm Galenika. 2020;6(1):94-103.
17. Nastiti PH, Hanif A. Hubungan senam Prolanis terhadap kadar gula puasa dan KGD2PP pada pasien DM tipe 2. Proc UM Surabaya. 2018.
18. Hulett NA, Scalzo RL, Reusch JEB. Glucose uptake by skeletal muscle within the contexts of type 2 diabetes and exercise: an integrated approach. Nutrients. 2022;14(3):647. doi:10.3390/nu14030647.
19. Herni N, Hisni D, Naziyah N. Pengaruh senam Prolanis terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Cibaliung Kabupaten Pandeglang. Malahayati Nurs J. 2023;5(10):3264-77. doi:10.33024/mnj.v5i10.9267.
20. Indriasari ENS, Ramadhani M. Hubungan senam Prolanis terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sei Lekop. Zona Kedokt. 2024;14(2):118-25. doi:10.37776/zked.v14i2.1531.
21. Nofianti, Ismail H, M. Pengaruh senam Prolanis terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Tamamaung Kota Makassar. J Med. 2024;9(2):219-25. doi:10.32382/jmk.v9i2.486.
22. Liu Q, Ren B, Yin L, Lin S, Lei S, Liu W, et al. Effects of a family-doctor-led community intervention model on self-management and medication taking in patients with type 2 diabetes mellitus: a randomized controlled trial. BMC Public Health. 2025;25:3440. doi:10.1186/s12889-025-24717-6.
23. Lutfian L, Wardika IJ, Mukminin MA, Hidayat IS, Wartakusumah R, Melati HIT, et al. Efficacy of community-based interventions in reducing HbA1c levels among patients with type 2 diabetes mellitus: a systematic review and meta-analysis of recent studies conducted in developing countries. J Prim Care Community Health. 2025. doi:10.1177/21501319251391593.
24. Zhao W, Wang Y, Cao C, Zeng Z, Jin L, Liu Z, et al. The feasibility and efficacy of a community-based multifactorial intervention to improve the cardiovascular risk factor control among patients with type 2 diabetes: a 2-year cluster randomized trial. Medicine (Baltimore). 2022;101(51):e31943. doi:10.1097/MD.0000000000031943.
25. Ceccarelli A, Minotti A, Senni M, Pellegrini L, Benati G, Ceccarelli P, et al. Healthcare service quality evaluation in a community-oriented primary care center, Italy. Healthcare (Basel). 2023;11(17):2396. doi:10.3390/healthcare11172396.
26. Yimer YS, Addissie A, Kidane EG, Reja A, Abdela AA, Ahmed AA. Effectiveness of diabetes self-management education and support interventions on glycemic levels among people living with type 2 diabetes in the WHO African Region: a systematic review and meta-analysis. Front Clin Diabetes Healthc. 2025; 6:1554524. doi:10.3389/fcdhc.2025.1554524.
27. Solida A, Amir A, Wisudariani E, Widiastuti F. Integrasi Posbindu PTM dan Prolanis pada pelayanan diabetes melitus di Kota Jambi. J Ners. 2025;9(2):2677-81. Available from: https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/36445
28. Ramayanti I, Prameswarie T, Saraswati N, Erlyn P, Hoiri MR, Silvana R. Empowering Mothers Through Booklet-Based Health Education to Prevent Helminth Diseases in Children Aged 5–14 Years. Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat. 2026;8(1):70-88.
29. Alezender S, Suhadirman, Salasiah. Understanding Community Participation in Rural Development: Social and Cultural Perspectives. Jurnal Sosial Indonesia. 2026;1(2):21-37.
30. Safitri CT, Isnaini N, Fitriani A. Adaptive Capacity and Role Resilience: an Exploration of Work-Life Balance in Female Teachers with Children with Special Needs. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi. 2026;13(5):782-794.