Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa melalui Penerapan Teknologi Produksi Cocopeat sebagai media tanam di Kota Ternate

Penulis

  • Nurhikmah Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara, Indonesia
  • Nurfadhilah Arif Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara, Indonesia
  • Tuti Handayani Arifin Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32502/altifani.v6i1.1438

Kata Kunci:

cocopeat, kelapa, kulaba, produksi, ternate

Abstrak

Kelapa memiliki peran penting dalam kehidupan ekonomi, budaya, dan sosial di Kota Ternate. Kelapa ini merupakan komoditas unggulan yang tersebar di beberapa titik, yaitu di kecamatan Pulau Ternate seluas 34,8 ha, Moti 205 ha, Pulau Batang Dua 365,6 ha, Pulau Hiri 58 ha, Ternate Barat 339,6 ha, Ternate Selatan 12,6 ha, Ternate Tengah 36,7 ha, dan Ternate Utara 26,6 ha. Dari beberapa kecamatan tersebut, kecamatan Ternate Barat memiliki penyebaran kelapa yang lebih luas. Kelurahan di kecamatan Ternate Barat yang memiliki potensi kelapa yaitu Kelurahan Kulaba. Masyarakat menggunakan kelapa sebagai produk utama berupa kelapa segar. Sementara itu, limbah berupa sabut kelapa belum dimanfaatkan. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan topik pemanfaatan limbah sabuk kelapa untuk penerapan teknologi produksi cocopeat di Kota Ternate dapat menjadi salah satu solusi atas permasalahan limbah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan. dan menjadi solusi dalam penyediaan media tanam yang terbatas di Kota Ternate. Rangkaian kegiatan pengabdian dilaksanakan dimulai dari persiapan, sosialisasi, pelatihan yang mencakup seluruh proses produksi cocopeat, mulai dari pemilahan, pencacahan, pencucian, pengeringan, hingga pengepakan. Tahap terakhir yaitu evaluasi. Hal ini dilakukan untuk menilai sejauh mana kegiatan yang telah dilaksanakan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat.

Referensi

Ardanan., Hadun, R., Ryadin, A.R., Kurniawan, A., Tjokrodiningrat, R., & Rasulu. H. (2025). Analisis Tingkat Keberhasilan Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Wilayah UPTD KPH Ternate Tidore. Jurnal Pertanian Khairun, Volume 4, Nomor 1, hal.1-5. DOI: https://doi.org/10.33387/jpk.v4i1.9530

Azzaki, D. A., Iqbal, M., Maulidia, V., Arifin., Apriani, I., & Jati, D.R. (2020). Potensi Pemanfaatan Limbah Serabut Kelapa (Cocofiber) Menjadi Pot Serabut Kelapa (Cocopot). Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 8(1): 039-048.

https://doi.org/10.26418/jtllb.v8i1.42730Badan Pusat Statistik Kota Ternate. (2024). Kota Ternate dalam Angka. Volume 22, 2024. Ternate: BPS Kota Ternate. https://ternatekota.bps.go.id/id/publication/2025/02/28/547a02830ed6220514c2 3a25/kota-ternate-dalam-angka-2025.html

Dewi, E.K., Wulansari, A., Irmayanti, L., Nurikmah., & Fatrawana, A. (2021). Pengembangan Inovasi Olahan Produk Kelapa (Cocos nucifera L) Dalam Bentuk Kripik Kelapa Di Kelurahan Togafo, Kota Ternate Utara. Prosiding Seminar Nasional Agribisnis. Fakultas Pertanian Universitas Khairun.

Dharma, P. A. W., Suwastika, A. A. N. G., & Sutari, N. W.S. (2018). Kajian Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Larutan Mikroorganisme Lokal. Agroteknologi Tropika, 7(2), 200–210. https://ojs.unud.ac.id/index.php/JAT

Ditjenbun. (2002). Statistik Perkebunan Indonesia 2000 – 2002. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan.

Murukesan V. Krishnapillai, Steven Y.U, James B. F., Diane L. H. (2020). Locally Produced Cocopeat Growing Media for Container Plant Production. Tree Planters’ Notes, Volume 63 (1): 29-38.

Pardi, I. W., Yudiana, I. K., & Miskawi. (2019). Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Gula Semut di Desa Patoman Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1): 84-93. https://doi.org/10.30651/aks.v3i1.1792

Pemerintah Provinsi Maluku Utara. (2022). Sektor Pertanian. https://kapita.malutprov.go.id/sektor/pertanian

Polii, F. F. (2017). Pengaruh Suhu dan Lama Aktifasi Terhadap Mutu Arang Aktif Dari Kayu Kelapa. Jurnal Industri Hasil Perkebunan, 12(2): 21-28.https://doi.org/10.33104/jihp.v12i2.1672

Pratiwi, F.M., dan Sutara, P.K. (2013). Etnobotani Kelapa (Cocos Nucifera L.) di Wilayah Denpasar dan Badung. Jurnal Simbiosis, 1(2): 102-111.

Samidi dan Prabandono. (2014). Coco Preneurship. Yogyakarta: Lily Publisher

Subagio, A. (2010). Potensi Daging Buah Kelapa sebagai Bahan Baku Pangan BernilaiPangan, 20 (1): 15–26. https://doi.org/10.33964/jp.v20i1.4

Tutuarima, T., Rosalina, Y., & Muthia, A.A. (2019). Pemanfaatan Air Kelapa Menjadi Nata De Coco Bagi Perempuan di Sekitar Pasar Panorama Kota Bengkulu. Dharma Raflesia: Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan Ipteks, 17(1): 57–64. https://doi.org/10.33369/dr.v17i1.6131

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-01

Cara Mengutip

Nurhikmah, Arif, N., & Arifin, T. H. (2026). Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa melalui Penerapan Teknologi Produksi Cocopeat sebagai media tanam di Kota Ternate. Altifani Journal: International Journal of Community Engagement, 6(1), 43–47. https://doi.org/10.32502/altifani.v6i1.1438