Pemberdayaan Masyarakat Kota Daro 2 Kecamatan Rantau Panjang Melalui Pelatihan Pembuatan Cuko Pempek Bernilai Gizi

Penulis

  • Nico Syah Putra Department Food Technology, Agriculture Faculty, University of Muhammadiyah Palembang https://orcid.org/0000-0001-8016-1581
  • Asep Dodo Murtado Department Food Technology, Agriculture Faculty, University of Muhammadiyah Palembang
  • Alhanannasir Alhanannasir Department Food Technology, Agriculture Faculty, University of Muhammadiyah Palembang
  • Mukhtarudin Muchsiri Department Food Technology, Agriculture Faculty, University of Muhammadiyah Palembang
  • Dasir Dasir Department Food Technology, Agriculture Faculty, University of Muhammadiyah Palembang
  • Suyatno Suyatno Department Food Technology, Agriculture Faculty, University of Muhammadiyah Palembang
  • Rika Puspita Sari MZ Department Food Technology, Agriculture Faculty, University of Muhammadiyah Palembang
  • Ade Vera Yani Department Food Technology, Agriculture Faculty, University of Muhammadiyah Palembang
  • Idealistuti Idealistuti Department Food Technology, Agriculture Faculty, University of Muhammadiyah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.32502/altifani.v5i3.1446

Kata Kunci:

pempek cuko; community empowerment; added value; training

Abstrak

Pemberdayaan Masyarakat di Desa Kotadaro 2 dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Program ini berfokus pada pelatihan pembuatan cuko pempek bernilai gizi, yang merupakan komponen penting dalam hidangan pempek dan memiliki potensi besar sebagai komoditas kuliner desa. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, wawancara, serta praktik langsung mulai dari pengenalan bahan, proses pengolahan, hingga pengemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu mempraktikkan teknik pembuatan cuko pempek secara tepat, dengan kualitas rasa yang konsisten dan kemasan yang lebih higienis. Analisis nilai tambah menunjukkan bahwa produksi 30 botol cuko memberikan keuntungan sebesar 155% dari modal, sehingga layak dikembangkan sebagai usaha rumahan. Penerapan strategi pemasaran offline dan online memperluas jangkauan produk, sementara analisis SWOT mengidentifikasi potensi besar sekaligus tantangan dalam pengembangan usaha cuko pempek bernilai gizi. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat, membuka peluang usaha baru, dan memperkuat potensi kuliner lokal sebagai sumber ekonomi berkelanjutan di Desa Kotadaro 2.

Referensi

Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Elwin, A.M. 2018. Pengaruh Penambahan Maltodextrin dan Putih Telur Terhadap Karakteristik Cuko Pempek Menjadi Cuko Pempek Instan dengan Metode Foam Mat Drying.

Farliansyah., Suyanto. & Alhanannasir. 2014. Mempelajari Citarasa Cuko Pempek Bubuk dengan Penambahan Asam Sitrat. Jurnal Edible, 3(1), 31-37.

Kotler, P., & Armstrong, G. (2012). Principles of Marketing (14th ed.). New Jersey: Prentice Hall.

Muchsiri. M, Basuni.H, Agus.W, & Rindit.P. 2016. Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Asam terhadap Cuko Pempek. Jurnal Agritech, 36 (4): 404-409.

Muchsiri. M, Alhanannasir, Yani Ade. V., & Kusuma Jaya Agung. I. 2020. Pelatihan Pembuatan Cuko Pempek Palembang Dengan Bahan Asam dari Sari Jeruk Kunci. Suluh Abdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (2020), 2 (1), 1-6

Nurman, Suyatno, & Alhanannasir. (2013). Uji Perbandingan Ekstrak Asam Jawa dan Jeruk Kunci Pada Pembuatan Cuka Pempek. Jurnal EDIBLE, (1) :32-35

Wisnu, L., Kawiji, K., & Atmaka, W. (2015). Pengaruh Suhu dan Waktu Pasteurisasi Terhadap Perubahan Kadar Total Fenol Pada Wedang Uwuh Ready To Drink danKinetika Perubahan Kadar Total Fenol Selama Penyimpanan. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 8(2), 71-76.

Diterbitkan

2025-12-31

Cara Mengutip

Putra, N. S., Murtado, A. D., Alhanannasir, A., Muchsiri, M., Dasir, D., Suyatno, S., … Idealistuti , I. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Kota Daro 2 Kecamatan Rantau Panjang Melalui Pelatihan Pembuatan Cuko Pempek Bernilai Gizi. Altifani Journal: International Journal of Community Engagement, 5(3), 294–299. https://doi.org/10.32502/altifani.v5i3.1446