Pemanfaatan Bentos sebagai Bioindikator Kesehatan Lingkungan pada Kolam Budidaya di Pokdakan Teratai Putih Emas
DOI:
https://doi.org/10.32502/altifani.v6i2.2084Kata Kunci:
bentos; bioindikator; kualitas perairan; kolam budidaya; PokdakanAbstrak
Kegiatan budidaya perikanan intensif rentan mengalami penurunan kualitas lingkungan akibat akumulasi sisa pakan dan bahan organik di dasar kolam. Salah satu pendekatan sederhana untuk memantau kesehatan lingkungan perairan adalah melalui pengamatan bentos sebagai bioindikator. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anggota Pokdakan Teratai Putih Emas di Kelurahan Empat Belas Ulu, Kota Palembang, mengenai pemanfaatan bentos sebagai indikator kesehatan lingkungan kolam budidaya. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, penyampaian materi secara partisipatif, diskusi interaktif, dan evaluasi pemahaman peserta. Kegiatan diikuti oleh 15 anggota Pokdakan yang sebelumnya hanya menilai kualitas air berdasarkan warna dan kondisi ikan. Setelah kegiatan, peserta mampu mengidentifikasi jenis-jenis bentos umum (cacing, larva serangga, dan moluska) dan memahami hubungannya dengan kondisi dasar perairan. Evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar lebih dari 70% berdasarkan hasil diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesadaran masyarakat dalam pengelolaan kualitas lingkungan kolam budidaya secara berkelanjutan guna mendukung produktivitas usaha perikanan.
Referensi
Alam, S., Putra, E. T. S., Iswandi, R. M., Khaeruni, A., Hamzah, A., Alwi, L. O., dan Sudarmo, H. (2026). Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) untuk Peningkatan Produktivitas Pekebun Sawit Rakyat di Sekitar PT UAM Kecamatan Besulutu dan Pondidaha Kabupaten Konawe. Altifani Journal: International Journal of Community Engagement. 6(1). 58–66. https://doi.org/10.32502/altifani.v6i1.1713.
Almaniar, S., Rozirwan, and Herpandi. (2021). Abundance and Diversity of Macrobenthos at Tanjung Api-Api Waters, South Sumatra, Indonesia. AACL Bioflux. 14(3). 1486–1497.
Aulia, E. D., Park, J., Lee, S., and Khim, J. S. (2024). Revealing Macrozoobenthos Diversity of Java Coral Reefs, Indonesia: A Review on Research Trends and Species Assemblages. Frontiers in Marine Science. 11(1387984). 01-15. https://doi.org/10.3389/fmars.2024.1387984.
Cahyono, N., Nofreeana, A., and Waluyo. (2024). Diversity of Macrozoobenthos as Bioindicators of Water Quality in Galeh River, Central Java Province. AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences. 3(2). 72–81. https://doi.org/10.32734/jafs.v3i2.17152.
Djunaidi, D., Kelana, P. P., Pramesthy, T. D., Arkham, M. N., and Haris, R. B. K. (2025). Macrozoobenthos as a Bioindicator of Pollution in the Malaka Strait Waters, Indonesia. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 30(1). 1–10.
https://doi.org/10.18343/jipi.30.1.1.
Indarjani, R., and Nurhayati, S. (2022). Macrozoobenthic Community Structures in Seaweed Culture Ponds in Muara Gembong Estuary, Bekasi, Indonesia. BIOTROPIA. 29(2). 123–134. https://doi.org/10.11598/btb.2022.29.2.1664.
Kadim, M. K., Pasisingi, N., Mursalim, P., dan Arbi, I. R. (2024). Komunitas Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Sungai Bone Gorontalo. Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal. 11(3). 278-284. https://doi.org/10.29103/aa.v11i3.16439.
Khanjani, M. H., Mohammadi, A., and Emerenciano, M. G. C. (2024). Water Quality in Biofloc Technology (BFT): an Applied Review for an Evolving Aquaculture. Aquaculture International. 32(1). 9321-9374. https://doi.org/10.1007/s10499-024-01618-w.
Munguti, J. M., Kirimi, J. G., Obiero, K. O., Ogello, E. O., Kyule, D. N., Liti, D. M., and Musalia, L. M. (2021). Aqua-Feed Wastes: Impact on Natural Systems and Practical Mitigations - A Review. Journal of Agricultural Science. 13(1). 111-121. https://doi.org/10.5539/jas.v13n1p111.
Nadia, P., Nurdin, H. S., and Aryani, D. (2024). Distribution of Macrozoobenthos as a Bioindicator of Water Quality at Tanjung Peni Beach, Citangkil District, Cilegon City. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan. 17(2). 8–21. https://doi.org/10.52046/agrikan.v17i2.2189.
Putri, A. H., Tanjung, A., and Efriyeldi. (2024). Macrozoobenthos as a Bioindicator for Water Quality on the Coast of Padang City, West Sumatra. Jurnal Natur Indonesia. 22(2). 129–135. https://doi.org/10.31258/jnat.22.02.129-135.
Putri, Y., Kurniawan, A., and Kurniawan, A. (2023). Macrozoobenthos Community as Bioindicator of Water Quality for Fish Cultivation in the Air Duren River, Bangka Regency. Journal of Aquatropica Asia. 8(2). 77-85. https://doi.org/10.33019/joaa.v8i2.4596.
Rahman, F. N., Tambaru, R., Lanuru, M., Lanafie, Y. A., and Samawi, M. F. (2023). Macrozoobenthos Diversity as a Bioindicator of Water Quality Around the Center Point of Indonesia (CPI). Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE. 9(1). 1-9. https://doi.org/10.20956/jiks.v9i1.19960.
Saridewi, T. R., Sobariah, dan Albirr, M. (2025). Efektivitas Penyuluhan Perikanan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Nelayan Mengenai Fish Finder, Bubu, dan Rumpon Kerang Hijau. Prosiding Seminar Nasional Perikanan Indonesia ke-26 (hlm. 155). Politeknik Ahli Usaha Perikanan. http://dx.doi.org/10.15578/psnp.18517.
Sutrisnawati, E. A., Arthana, I. W., dan Adnyana, I. B. W. (2023). Identifikasi Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Pantai Teluk Benoa, Badung. ECOTROPHIC: Jurnal Ilmu Lingkungan. 17(2). 216–232.
DOI:10.24843/EJES.2023.v17.i02.p05.
Suweni, I., Widya, K., Yuswantari, T., dan Harsono, G. (2025). Studi Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Pesisir Teluk Jakarta pada Mei 2024. Jurnal Hidrografi Indonesia. 7(1). 1-8. https://doi.org/10.62703/jhi.v7i1.148.
Yusrianti, R., Khairuddin, and Japa, L. (2024). Diversity of Macrozoobenthos as Bioindicator for Water Quality of Jangkok River Lombok Island. Jurnal Biologi Tropis. 24(2). 9-16. https://doi.org/10.29303/jbt.v24i2.6684.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Altifani Journal: International Journal of Community Engagement

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.










