Olahan Ikan Lele Menjadi Stik Lele Sebagai Sumber Pendapatan Lain Kelompok PKK Olahan Ikan Lele Kelurahan Plaju Darat Kota Palembang
DOI:
https://doi.org/10.32502/altifani.v6i2.2130Kata Kunci:
Pendapatan, Ikan LeleAbstrak
Stik merupakan jenis makanan ringan (snack) atau kue kering yang memiliki bentuk fisik panjang dan pipih, menyerupai tongkat atau batang kecil. Stik umumnya dibuat dari campuran tepung terigu atau tepung tapioka dengan bahan pengikat seperti telur, mentega/margarin dan air, serta bahan pelengkap seperti keju, bawang, bawang daun dan seledri untuk menambahkan rasa gurih. Tekstur stik yang renyah (crunchy) dan kering, berwarna kuning keemasan setelah proses pengolahan, rasa identik gurih. Namun saat ini sudah banyak varian rasa lain seperti balado atau manis. Stik dengan penambahan ikan lele adalah inovasi produk pangan fungsional yang menggabungkan adonan tepung (seperti pada stik bawang atau keju) dengan daging atau tulang ikan lele untuk meningkatkan nilai gizi dan ekonomi. Cara pengolahan dengan menggunakan daging ikan lele yang sudah dikukus dan disuir, kemudian ditambahkan tepung, bahan pengikat dan bumbu-bumbuan. Tujuan penambahan ikan lele secara signifikan meningkatkan kualitas gizi stik dibandingkan stik biasa, di antaranya: tinggi protein yang dapat membantu perbaikan jaringan tubuh dan pertumbuhan. Mikronutrien karena mengandung zat besi dan vitamin B12 yang berperan dalam mencegah anemia, serta asam lemak omega-3 dan omega-6 untuk kesehatan otak.
Referensi
Hastuti, S., dan Sumiyati. (2019). Kandungan Gizi Ikan Lele dan Potensinya dalam Pencegahan Stunting pada Anak. Jurnal Gizi dan Pangan. 14(3): 157–164.
Ikasari, D., Suryaningrum, T. D., Arti, I. M., dan Supriyadi. (2017). Pendugaan Umur Simpan Kerupuk Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) Panggang dalam Kemasan Plastik Metalik dan Polipropilen. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. 12(1): 55–66.
Kusumaningrum, I., Handayasari, F., Hapsari, D. R., Juanda, D., dan Yani, F. (2025). Karakteristik Kimia dan Sensori Produk Stik dengan Penambahan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dan Pegagan (Centella asiatica). Jurnal Agroindustri Halal. 11(2): 205-213.
Kusumaningrum, I., dan Oktawati, N. O. (2023). Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Berbasis Ikan Lele (Stik Ikan dan Stik Tulang Ikan). LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat. 7(1): 72–78.
Lestari, S. A. C., Masfufah, dan Nurdiana. (2025). Inovasi Camilan Stik Kille dengan Substitusi Tepung Kacang Kedelai dan Penambahan Ikan Lele. Jurnal Berita Kesehatan. 18(2): 53–64.
Pratiwi, D., dan Widyaningsih, T. D. (2021). Potensi Ikan Lele Sebagai Sumber Zat Besi dan Vitamin B12 dalam Pencegahan Anemia. Jurnal Pangan dan Gizi. 11(2): 89–97.
Suprihatin, Edahwati, L., dan Sutiyono, S. (2021). Pemanfaatan Limbah Tulang dan Duri Ikan Lele Menjadi Camilan Bergizi Stik Tulang Duri Lele. Abdimesin. 1(2): 8–12.
Suryaningrum, T. D., Ikasari, D., Supriyadi, S., Mulya, I., dan Purnomo, A. H. (2016). Karakteristik Kerupuk Panggang Ikan Lele (Clarias gariepinus) dari Beberapa Perbandingan Daging Ikan dan Tepung Tapioka. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. 11(1): 25–40.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Altifani Journal: International Journal of Community Engagement

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.










