Innovating Kitchen Waste into Liquid Gold: Rice-Washing Water MOL Innovation for Eco-Friendly Liquid Organic Fertilizer in Kuala Lumpur, Malaysia

Penulis

  • Neni Marlina Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Rahmat Kurniawan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Puri Pratama Ardina Ningrum Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Inneke Abdillah Fahmi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Sisvaberti Apriyatna Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Khalisah Hayatudin Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Helmizuryani Helmizuryani Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Gusmiatun Gusmiatun Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Nurbaiti Amir Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Erni Hawayanti Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Maria Lusia Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Ahmad Sofian Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Dessy Tri Astuti Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32502/altifani.v6i2.2334

Kata Kunci:

kitchen waste, leri water MOL, liquid organic fertilizer, Malaysia

Abstrak

ABSTRAK.  Permasalahan limbah dapur seperti sisa-sisa sayuran dan buah-buahan di kawasan perkotaan semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan urbanisasi di berbagai kota di Malaysia. Selain itu limbah organik seperti air cucian beras (air leri) umumnya dibuang begitu saja, padahal memiliki potensi besar sebagai bahan dasar Mikroorganisme Lokal (MOL) dalam pembuatan pupuk organik cair asal limbah dapur. Artikel pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan inovasi pengolahan air leri menjadi pupuk organik cair asal limbah dapur ramah lingkungan melalui pelatihan. Program ini dilaksanakan di Sanggar Bimbingan  Muhammadiyah Kepong Kuala Lumpur Malaysia pada bulan Januari 2026.  Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pembuatan MOL air leri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak-anak di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong dalam mengolah limbah dapur menjadi pupuk organik bernilai guna, mendukung ketahanan pangan rumah tangga serta pengurangan sampah organik kota.

Referensi

Chien Bong, C. P., Hashim, H., Lim, J. S., Peng Tan, W. S., and Lee, C. T. (2016). Review on the Renewable Energy and Solid Waste Management Policies Towards Bioga Development in Malaysia. Renewabl and Sustainable Energy Reviews. https://doi.org/http://doi.org/10.1016/j.rser.2016.12.004

Cutriani, W., Resiar, A., Ariska, N., dan Afrillah, M. (2022). Pengaruh POC dari Air Cucian Beras dan Arang Sekam Padi terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.). Jurnal Agrotek Lestari, 8(2), 116–121.

Marlina, N., Marlina, Asmawati, Nunihlawati, H., Purnamasri, K., Gusmiatun, Lusia, M., Astuti, D. T., dan Palmasari, B. (2025). Pemberdayaan Masyarakat untuk Memanfaatkan Air Cucian Beras pada Budidaya Tanaman Sayuran di Kelurahan Karanganyar Community Empowerment for Utilizing Rice Washing Water in Vegetable Cultivation in Karanganyar Sub-district. Altifani Journal: International Journal of Community Engagement, 5(2), 127–131.

Ministry of Economy Departemen of Statistics Malayasia. (2025). Current Population Estimates 2025. Ministry of Economy Departemen of Statictics Malaysia

Ratih, Saida, dan Nontji, M. (2021). Pertumbuhan Rhizobakteri Asal Rhizosfern Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Berbagai Media Organik Cair. Jurnal AGrotekMas, 1(1), 1–10.

Suntini, S., Hasanah, U., Hure, V. M., dan Herlensi, V. L. (2025). Pengelolaan Limbah Dapur Menjadi Produk Bermanfaat: Upaya Peningkatan Kesadaran Lingkungan di Kalangan Ibu-Ibu.

Wibowo, A., Wijaya, C. V., Akbar, M. S. M., Putro, D. A. K., dan Aulia, N. P. (2022). Pemanfaatan Air Cucian Beras dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di Desa Jajar, Kabupaten Magetan. Seminar Nasional Pengabdian Dan CSR Ke-2 Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Surakarta Tahun 2022.

Widyantari, I. N., Wiranto, R., Loppies, S. H. D., dan Maulany, G. J. (2024). Air Leri Alternatif Pupuk Organik Cair (POC) di Kampung Margamulya Distrik Semangga Kabupaten. Altifani Journal: International Journal of Community Engagement, 4(2), 141–147.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-12

Cara Mengutip

Marlina, N., Kurniawan, R., Ardina Ningrum, P. P., Abdillah Fahmi, I., Apriyatna, S., Hayatudin, K., … Tri Astuti, D. (2026). Innovating Kitchen Waste into Liquid Gold: Rice-Washing Water MOL Innovation for Eco-Friendly Liquid Organic Fertilizer in Kuala Lumpur, Malaysia. Altifani Journal: International Journal of Community Engagement, 6(2), 179–183. https://doi.org/10.32502/altifani.v6i2.2334