PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING PADA SISWA SD
DOI:
https://doi.org/10.32502/differential.v4i1.1851Keywords:
model pembelajaran TAPPS, penalaran matematisAbstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Think Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian one group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 77 Rejang Lebong dengan jumlah 21 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa soal tes kemampuan penalaran matematis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan uji paired sample t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan skor sebelum dan setelah menggunakan model pembelajaran Think Aloud Pair Problem Solving (TAPPS). Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest siswa. Rata-rata N-Gain sebesar 0,41, ini termasuk kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan model TAPPS dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa sekolah dasar.
References
Astutik, M.A.D. & Edy, S. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran Think Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika. DIDAKTIKA: Jurnal Pemikiran Pendidikan, 25(1), 79–84. https://doi.org/10.30587/didaktika.v25i1.696
Departemen Pendidikan Nasional. (2004). Peraturan tentang Penilaian Perkembangan Anak Didik SMP No. 506/C/PP/2004 Tanggal 11 November 2004. Jakarta: Ditjen Dikdasmen.
Dhani, M. I., Aziz, T. A., & El Hakim, L. (2022). Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Konstruktivisme. Jurnal Pendidikan MIPA, 12(4), 1236–1241.
Firmansyah, M. (2025).The Influence of The TAPPS (Thinking Aloud Pair Problem Solving) Learning Model on The Cognitive Abilities of Reaction Rate Material. Journal of Educational Chemistry (JEC), 7(2).
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
Khotimah, I., Yohanes, & Rais, H. (2025). Pengaruh Model Pembelajaran Thingking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VIII SMP N 13 Merangin. Hiradika Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 2(1), 19–24.
Lestari, K. E. & Yudhanegara, M. R. (2017). Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: PT Refika Aditama.
Maula, N., Rochmad, Soedjoko, E. (2014). Keefektivan Pembelajaran Model TAPPS Berbantuan Worksheet Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Lingkaran. Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, 2(1), 19–27, doi: 10.21831/jpms.v3i1.3889
NCTM. (2000). Principles and Standards for School Mathematics. United States of America : The National Council of Teachers of Mathematics, Inc.
Nufus, H., Herizal, & Atika, F. (2021). Pengaruh Model Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Berbantuan Software Autograph Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa pada Kelas VIII. Jurnal Pembelajaran dan Matematika Sigma (JPMS), 7(2), 99–105. doi: 10.36987/jpms.v7i2.2237
Nusywari, W., Prayitno, S., Junaidi, & Hikmah, N. (2022). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika. Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta, 4(1), 23–33. doi: 10.21009/jrpmj.v4i1.25701.
OECD. (2021). Literacy, Numeracy and Problem Solving in Technology – Rich Environments: Framework for The OECD Survey of Adult Skills. Paris: OECD Publishing.
Piaget, Jean. (1952). The Origins of Intelligence in Children. New York: International University Press.
Purwanto, Ngalim. (2017). Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Purwanto, Z.A., Yusmin, E., & Yani, T.A. (2023). Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik Berdasarkan Dimensi Bernalar Kritis. Academy of Education Journal, 14(2), 316–325, doi: 10.47200/aoej.v14i2.1650.
Putri, Eka Julia. (2025). Implementasi Teori Vygotskyv tentang Zona Proksimal Perkembangan dalam Pembelajaran Al-Qur’an di Madrasah Tsanawiyah. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(5), 1196–1200.
Safitra. (2018). Pengaruh Metode Pembelajaran Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Skripsi. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Sani, Ridwan Abdullah. (2019). Pembelajaran Berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills). Tangerang: Tira Smart.
Sugiyono. (2023). Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Sumpter, L. & Hedefalk, M. (2015). Preschool Children’s Collective Mathematical Reasoning During Free Outdoor Play. J. Math. Behav., 39, 1–10, doi: 10.1016/j.jmathb.2015.03.006.
Vinsensa, B. A., Wayan S. N., Gede S. P., & Putu E. I. I. (2021). Pengaruh Model Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Peserta Didik Kelas VII SMP Nasional Denpasar Tahun Pelajaran 2020/2021. Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains, 10(2) , 286–296, doi: 10.5281/zenodo.5637674.
Whimbey, A. & Lochhead, J. (1987). Teaching Analytical Reasoning Through Thinking Aloud Pair Problem Solving. In J. E. Stice (Ed.), Developing Critical Thinking and Problem-Solving Abilities (pp. 73–92). Jossey-Bass.






